Senin, 13 Februari 2012

Faktor dan Tugas Perkembangan Anak (Bagian Pembahasan)




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak

    Setiap individu membawa hereditas/keturunan tertentu. Hereditas adalah salah satu aspek yang bersifat bawaan atau warisan dari orang tua individu yang mampu untuk berkembang. Dan inilah salah satu factor pembentuk karakteristik individu.
    Pada dasarnya Semua manusia itu berbeda, bahkan anak yang kembar identik pun secara tidak langsung memiliki perbedaan. Penyebab perbedaan ialah karena adanya interaksi antara factor dalam diri individu (potensi) dan factor luar diri individu (misal: lingkungan rumah menyebabkan perbedaan dalam pola asuhan, suasana rumah dan lingkungan tempat tinggal mempengaruhi cara belajar/pengalaman anak) yang pada akhirnya mempengaruhi pembentukan tingkah laku individu.


 



  1. HEREDITAS (PEMBAWAAN atau WARISAN)
Apa yang dibawa oleh anak dari orang tuanya ketika lahir sampai dewasa?
     Orang tua tidak hanya berperan dalam memproduksi anak, tapi juga mewarisi karakteristik (fisik maupun psikis) orang tua melalui gen-gen sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) yang tentunya akan mempengaruhi perkembangan anak. Ternyata kakek dan nenek pun ikut mewarisi karakteristik mereka pada anak. Namun, pewarisan melalui gen orang tua lebih dominan dibanding dengan gen kakek-neneknya (resesif). 

Apa itu Gen?
    Setiap manusia memulai kehidupan sebagai suatu sel tunggal yang beratnya kira-kira seperduapuluh juta ons. Potongan benda yang sangat kecil inilah tempat menyimpan kode genetic manusia – informasi tentang menjadi siapa individu nanti. Sel ini merupakan perpaduan antara sel telur (ovum) dengan sperma (spermatozoid). Setelah sel benih yang dibuahi (dalam rahim) sel ini akan terus bertambah besar dengan cara pembelahan sel menjadi organisme yang bersel dua, empat, delapan, dan seterusnya sehingga setelah kurang lebih sembilan bulan menjadi organisme yang sempurna.
    Inti setiap sel manusia berisi 46 kromosom, yang merupakan struktur seperti benang yang terdiri dari 23 pasang, satu anggota dari setiap pasang berasal dari masing-masing orang tua. Kromosom berisi DNA. DNA adalah suatu molekul kompleks yang berisi informasi genetic. Bentuk “heliks ganda” DNA kelihatan seperti tangga rumah spiral. Gen, unit informasi genetic ialah segmen pendek dari “tangga rumah” DNA.
    Setelah terjadi pembuahan maka terjadilah perpaduan kromosom yang jumlahnya menjadi 46 pasang. Kemudian diikuti pembelahan diri menjadi dua organisme sehingga jumlah kromosom pada sel-sel baru tersebut tetap 24 pasang. Di antara kedua organism tersebut terjadilah perjuangan yang lebih kuat dapat terus hidup. Dan pada akhirnya hanya satu organisme yang berhasil hidup, maka akan lahir satu orang anak. Jika keduanya berhasil mempertahankan hidup, maka akan lahir anak kembar. Kembar yang berasal dari satu sel telur disebut “identical twins”  (kembar identik). Kembar identik ini memiliki sifat-sifat yang sama begitu juga jenis kelaminnya. Ada pula “fraternal twins” (kembar bersaudara) yaitu kembar yang berasal dari dua sel telur yang sama kuat.

Apa Saja Dan Bagaimana Proses Pembuahan?
    Berikut beberapa proses pembuahan:
  1. Proses Pembuahan NormalKetika fertilisasi atau pembuahan berlangsung, ribuan sperma harus bergabung untuk memecahkan hambatan selaput sel telur untuk memungkinkan satu sperma tunggal memasuki hambatan selaput. Di ketahui pria memiliki kromosom “XY” dan pada wanita kromosom “XX”. Ada factor yang dapat memungkinkan pengendalian jenis kelamin keturunan atau anak.
  1. Proses Pembuahan KembarProses pembuahan kembar terdiri dari kembar identik dan kembar bersaudara.


Text Box: Si Kembar Jim dan Jim
Jim Springer dan Jim Lewis adalah kembar identik yang dipisahkan pada usia 4 minggu dan tidak bertemu lagi selama 39 tahun. Mereka berdua memiliki persamaan, yaitu keduanya berprofesi sebagai wakil kepala polisi paruh waktu, keduanya berlibur di Florida, mengendarai Chevrolet, memiliki anjing bernama Toy, dan menikah juga bercerai dengan perempuan yang kebetulan bernama Betty. Salah seorang si kembar menamakan anak laki-lakinya James Allan, dan si kembar lain juga menamakan anak laki-lakinya James Alan. Keduanya menyukai matematika tetapi tidak suka ejaan. Senang bertukang dan gambar mekanik, menggigit kuku jari tangan mereka dan menderita wasir.
Namun, mereka tentunya memiliki perbedaan,yaitu yang satu memiliki rambut di atas dahi, yang satunya lagi merapikannya ke belakang dan memiliki cambang. Yang stu lebih ekspresif secara verba, yang satu lagilebih pintar dalam menulis. Tetapi sebagian wajah mereka nyaris sama.
Studi kembar identik Minnesota menunjukkan bagaimana para ilmuwan baru-baru ini memperlihatkan minat yang semakin besar dalam landasan genetic  perkembangan manusia. Dan bahwa kita memerlukan penelitian lebih lanjut tentang factor-faktor genetic dan lingkungan.
Sumber: Studi Minnesota yang dipimpin oleh Thomas Bouchard dan rekan-rekannya
 



                                                                                                                                        
Tabel 2.1 Rangkaian Perkembangan Prakelahiran, Keguguran dan Aborsi, dan Teratologi serta Bahaya dalam Perkembangan Prakelahiran
Konsep
Proses/Gagasan Terkait
Karakteristik/Deskripsi
Rangkaian Perkembangan prakelahiran
Periode germinal
Periode ini mulai pada pembuahan dan berakhir kira-kira pada hari ke-10 – hari ke-14. Telur yang sudah dibuahi disebut zigot. Periode ini berakhir ketika zigot melekat pada dinding kandungan

Perode Embrionis
Berlangsung kira-kira 2-8 minggu setelah pembuahan. Embrio terbagi menjadi tiga lapisan, system dukungan kehidupan berkembang, dan system organ terbentuk (organogenesis)

Peride Fetal
Berlangsung kira-kira 2 bulan setelah pembuahan hingga 9 bulan atau ketika bayi lahir. System organ menjadi matang sampai pada titik dimana kehidupan dapat bertahan  di luar kandungan
Keguguran dan aborsi
Hakekat dan isu etisnya
Keguguran atau aborsi spontan, terjadi ketika kehamilan berakhir sebelum organisme yang sedang berkembang itu cukup matang untuk bertahan hidup di luar kandungan. Aborsi, suatu isu yang kompleks secara medis,psikologis, dan social. Kehamilan yang tidak diingankan sangat menekan bagi perempuan, tanpa mempersoalkan bagaimana hal itu dapat diatasi
Teratologi dan bahaya bagi perkembangan prakelahiran
Teratologi
Ialah bidang yang menginvestigasi sebab-sebab kelainan (kelahiran) bawaan. Setiap unsure yang menyebabkan kelainan kelahiran disebut “Teratogen”

Penyakit dan kondisi ibu
Penyakit dan kondisi ibu dapat menyebabkan kerusakan dengan cara melewati batas ari-ari, atau penyakit dan infeksi itu dapat merusak saat proses kelahiran berlangsung. Di antara penyakit dan kondisi ibu yang diyakini memungkinkan kelainan kelahiran ialah campak, sifilis, AIDS, usia ibu, gizi dan keadaan serta ketegangan emosional.

Obat-obatan
Thalidomide adalah suatu obat penenang yang diberikan kepada ibu hamil untuk menghilangkan penyakit bagi mereka. Ada ribuan bayi cacat sebagai akibat dari ibu mereka memakan obat-obatan ini. Dan masih banyak lagi obat-obatan yang dapat mempengarui perkembangan pra kelahiran dan bayi.

Bahaya Lingkungan
Di antara bahaya lingkungan yang dapat membahayakan janin ialah radiasi, di tempat kerja dan sinar X, polutan lingkungan, zat buang (limbah) beracun, toxoplasmosis, dan terlalu lama terkena panas di sauna dan bak mandi air panas


2.  LINGKUNGAN PERKEMBANGAN





    “Lingkungan perkembangan merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar organisme yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu.” –Urie Bronfren dan Ann Crouter (Sigelman & Shaffer, 1995:86)
“Keseluruhan aspek atau fenomena fisik dan sosial yang mempengaruhi organism individu.” J.P. Chaplin (1979:175)
Yang dimaksud lingkungan terdiri atas: fisik, dan social.
Berdasarkan pengertian lingkungan perkembangan tersebut, maka lingkungan perkembangan adalah keseluruhan fenomena (Peristiwa, situasi,atau kondisi) fisik atau social yang mempengaruhi atau dipengaruhi perkembangan siswa.

Lingkungan Keluarga
Apa pengertian keluarga?
    Menurut F.J Brown berpendapat bahwa ditinjau dari sudut pandang sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam,yaitu dalam arti luas, keluarga meliputi semua pihak yang ada hubungan darah atau keturunan yang dapat dibandingkan dengan “clan” atau marga; dalam arti sempit keluarga meliputi orang tua dan anak.
Menurut Maciver menyebutkan lima cirri khas keluarga yang umum terdapat di mana-mana, yaitu hubungan berpasangan kedua jenis, perkawinan atau bentuk ikatan lainyang mengokohkan hubungan tersebut, pengakuan akan keturunan, kehidupan ekonomis yang diselenggarakan dan dinikmati bersama,dan kehidupan berumah tangga.

Apa Saja Peranan dan Fungsi Keluarga?
    Keluarga yang yang bahagia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan emosi para anggotanya terutama anak. Fungsi dasar keluarga adalah memberikan rasa aman, rasa memiliki, kasih sayang dan mengembangkan hubungan yang baik di antara anggota keluarga.
Hubungan cinta kasih dalam keluarga tidak sebatas persaan, akan tetapi juga menyangkut pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, respek dan keinginan untuk menumbuhkembangkan anak yang dicintainya. Keluarga yang hubungan antar anggotanya tidak harmonis, penuh konflik, atau gap communication dapat dapat mengembangkan masalah-masalah kesehatan mental (mental illness) bagi anak. 
Fungsi keluarga secara psikososiologis:
  1.  Sebagai pemberi rasa aman bagi anak dan anggota keluarga lainnya
  2. Sumber kasih sayang dan penerimaan
  3. Model pola prilaku yang baik
  4. Pemberi bimbingan bagi pengembangan perilaku yang secara social dianggap tepat
  5.  Pembentuk anak dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dalam rangka menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan
  6. Sumber pemenuhan kebutuhan
  7. Pemberi bimbingan dalam belajar keterampilan motorik, verbal dan social yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri
  8. Stimulator bagi pengembangan kemampuan anak untuk mencapai prestasi, baik di sekolah maupun di masyarakat
  9. Pembimbing dalam mengembangkan aspirasi
  10. Sumber persahabatan/teman bermain bagi anak
Klasifikasi fungsi keluarga dari sudut pandang sosiologis:
  1. Fungsi Biologis
“Kullu jasadin nabata min sahaqin fannâru aula bihi”, artinya: setiap yang tumbuh dari yang haram, maka neraka lebih utama baginya (HR. Tirmidzi)
  1. Fungsi Ekonomis
“wa’alal maulûdi lahu rizquhunna, wakiswatuhuna bilma’ruf, lâ tukalafu nafsun illâ wus’aha” , yang artinya: dan kewajiban suami memberi makan dan pakaian kepada para istri dengan cara yang ma’ruf (baik), seorang suami tidak dibebani (dalam member nafka) melainkan menurut kadar kesanggupannya.
  1. Fungsi Pendidikan (Edukatif)
Keluarga berfungsi sebagai “transmiter budaya atau mediator” social budaya bagi anak (Hurlock, 1956 ; dan Pervin,1970).
Dalam UU No. 2 tahun 1989 BAB IV Pasl 10Ayat 4: “Pendidikan Keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan.”
  1. Fungsi Sosialisasi
Keluarga merupakan lembaga yang mempengaruhi perkembangan kemampuan anak untuk menaati peraturan (disiplin) mau bekerja sama dengan oang lain, bersikap toleran, menghargai pendapat atau gagasan orang lain, mau bertanggung jawab dan bersikap matang dalam kehidupan yang heterogen.
  1. Fungsi Perlindungan (Protektif)
  2. Fungsi Rekreatif
Dalam keluarga harus diciptakan sebagai lingkungan yang member kenyamanan, keceriaan, kehangatan dan penuh semangat bagi anggotanya.
  1. Fungsi Agama (Religius)
“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka” (QS. At-Tahrim:6)




Text Box: Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah), kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi.
(HR.Bukhari)
 







Apa Saja Faktor Perkembangan yang Dipengaruhi Lingkungan Keluarga?
a)     Lingkungan Keluarga












Keluarga yang fungsional (normal) yaitu keluarga yang telah mampu melaksanakan fungsinya sebagaimana yang telah dijelaskan. Keluarga yang fungsional memiliki ciri-ciri:
  1. Saling memperhatikan dan mmencintai
  2. Bersikap terbuka dan jujur
  3. Orang tua mau mendengarkan anak, menerima perasaannya dan menghargai pendapatnya
  4. Ada sharing masalah atau pendapat di antara anggota keluarga
  5. Mampu berjuang mengatasi masalah hidupnya
  6. Saling menyesuaikann diri dan mengakomodasi
  7. Orang tua melindungi (mengayomi) anak
  8. Komunikasi antar anggota keluarga berlangsung dengan baik
  9. Keluarga memenuhi kebutuhan psikososial anak dan mewariskan nilai-nilai budaya, dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi
Ciri-ciri keluarga yang mengalami disfungsi ialah:
  1. Kematian salah satu atau kedua orang tua
  2. Kedua orang tua berpisah atau bercerai
  3. Hubungan kedua orang tua tidak baik
  4. Hubungan orang tua dengan anak tidak baik
  5. Suasana rumah tangga yang tegang dan tanpa kehangatan
  6. Orang tua sibuk dan jarang berada di rumah
  7. Dan salah satu atau kedua orang tua mempunyai kelainan kepribadian atau gangguan kejiwaan


Text Box: Cara terpenting untuk memastikan suksesnya hubungan adalah dengan berkomunikasi sejelas mungkin sedari awalnya.
-Anthony Robbins
 





Bagaimana Cara Merespon Berbagai Masalah Yang Menggangu Keharmonisan Keluarga?
    Steven Covey memberikan suatu “resep” yang dinamakan The 7 Habits of Highly Effective Families. Yang dimaksud “Effective family” adalah a beautiful family culture, yaitu sebagai a) semangat keluarga, perasaan, iklim, atau atmosfir keluarga; b) karakter keluarga, kedalaman kualitas dan kematangan hubungan; c) cara para anggota keluarga dalam berhubungan satu sama lainnya dan bagaimana mereka dapat merasakan satu sama lainnya; d) dan spirit atau perasaan yang mengembangkan pola tingkah laku kolektif yang menandai interaksi keluarga. 
    Tujuh kebiasaan keluarga yang efektif :
  1. Be Proactive (menjadi agen pembaharu dalam keluarga)
  2. Begin with The End in Mind
  3. Put First Things First (menjadikan keluarga sebagai prioritas)
  4. Think Win-win
  5. Seek First To Understand…Then to be Understood (Memecahkan masalah keluarga melalui komunikasi yang empatik)
  6. Synergize
  7. Sharpen The Saw (Memperuncing gergaji)
Apa Saja  Prinsip Peranan Keluarga yang Diajukan Covey?
Beberapa prinsipnya yaitu:
  1. Modelling
  2. Mentoring
  3. Organizing
  4. Teaching





Yang Bagaimanakah Pola Hubungan Yang Baik Dari Orang Tua Kepada Anak?
Sikap “acceptance” atau penerimaan, perilaku orang tua yang baik, sebagai berikut:
  1. Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus pada anak
  2. Menempatkan anak dalam posisi yang penting di dalam rumah
  3. Mengembangkan hubungan yang hangat dengan anak
  4. Bersikap respek terhadap anak
  5. Mendorong anak untuk menyatakan perasaan atau pendapatnya
  6. Berkomunikasi dengan anak secara terbuka dan mau mendengarkan masalahnya
Apa Dampak Pada Anak dari Sikap Orangtua yang Acceptance?
Tingkah laku anak terhadap perilaku orang tua yang menerimanya:
  1. Kooperatif
  2. Friendly
  3. Loyal
  4. Emosinya stabil
  5. Ceria dan bersikap optimis
  6. Mau menerima tanggung jawab
  7. Jujur
  8. Dapat dipercaya
  9. Memiliki perencanaan yang jelas untuk mencapai masa depan
  10.  Bersikap realistic (memahami kekuatan dan kelemahan dirinya secara objektif)
Apakah Ada Gaya Tertentu Untuk Berperilaku Acceptance?
    Berdasarkan penelitian yang dilakukan Diana Baumrind terhadap siswa taman kanak-kanak, ditemukan 4 gaya perlakuan orang tua atau “parenting styles”. Namun dari keempat parenting styles tersebut, hanya satu yang memiliki kecenderungan terhindar dari kegelisahan, kekacauan, atau perilaku nakal yaitu authoritative.

Sikap orang tua:
  1. Sikap “acceptance” dan kontrolnya tinggi
  2. Bersikap responsif terhadap kebutuhan anak
  3. Mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan
  4. Memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan yang buruk
Berikut respon anak yang ditunjukkan dengan tingkah lakunya terhadap sikap orang tua:
  1. Bersikap bersahabat
  2. Memiliki rasa percaya diri
  3. Mampu mengendalikan diri (self control)
  4. Besikap sopan
  5. Mau bekerja sama
  6. Memiliki rasa ingin tahunya yang tinggi
  7. Mempunyai tujuan/arah hidup yang jelas
  8. Berorientasi terhadap prestasi.
Dukungan Apa yang Dapat Memperlancar Keberlangsungan Hubungan Anak dan Orang Tua?
    Semua hal yang dilakukan manusia perlu adanya pendukung untuk kelancaran pencapaian yang diinginkan. Begitu juga dalam hubungan orang tua dan anak perlu adanya factor pendukung, yaitu orang tua harus mengenali anaknya.

Apa yang Harus Diketahui Orang Tua Terhadap Anaknya?
Kenali tentang anak:
  1. Sikap dan sifat anak
  2. Kebiasaan
  3. Kesukaannya
  4. Cara anak bertindak terhadap sesuatu
  5. Cara menghadapi masalah
  6. Perubahan fisik dan psikologi anak
  7. Perubahan anak dan lingkungan
Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?
Setelah orang tua mengenali anak, ada beberapa hal yang harus dilakukan
  1. Membangun kerja sama antar anak dan orang tua
  2. Memelihara komunikasi
  3. Mendengarkan pembicaraan anak
Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Bermasalah?
    Mayoritas orang tua mengeluhkan “Apa yang salah dengan anak kami?” kepada consultant atau psikolog. Saat orang tua mengetahui anaknya bermasalah, maka hal ini sebenarnya sangatlah positif. Anak yang bermasalah sebenarnya adalah anak yang membutuhkan bantuan orang tua untuk bergerak maju. Dan ini adalah alarm yang berbunyi sangat keras di telinga orang tua “Hei, anakmu bermasalah. Segera bantu dia.” Dan yang lebih penting lagi orang tua perlu peka dan melakukan introspeksi diri: “kalau anak saya bermasalah, salah satu penyebabnya adalah saya.”
    Tahukah Anda bahwa masalah muncul karena ada kebutuhan psikis yang tidak terpenuhi. Anak tidak bis memprotes atau tidak tahu caranya untuk meminta orang tuanya memenuhi kebutuhan ini. Yang terjadi di permukaan adalah perubahan perilaku anak yang semakin lama semakin menyimpang.
Jadi, kalau sampai anak bermasalah, yang harus ditanyakan sebagai orang tua adalah, “Apa yang benar dengan anak saya? Apa yang ia butuhkan yang belum saya penuhi?”
    Langkah-langkah yang dilakukan unutk menyelesaikan masalah tak hanya dilakukan satu pihak, namun kedua belah pihak harus melakukannya.
Beberapa cara menghadapi anak bermasalah:
  1. Dekatkan diri pada anak
  2. Habiskan waktu lebih banyak dengan anak
  3. Mencari informasi pada teman-temannya
  4. Menghubungi psikolog
    Ekonomi dan Sosial Keluarga juga Mempengaruhi?
Pikunas (1976: 72) mengemukakan pendapat Becker, Deutsch, Kohn dan Sheldon, tentang kaitan antara kelas social dengan cara atau teknik orang tua dalam mengatur (mengelola/memperlakukan) anak, yaitu:
  1. Kelas bawahCenderung menggunakan hukuman fisik dan cenderung lebih keras.
  1. Kelas menengahCenderung lebih memberikan pengawasan, dan perhatiannya sebagai orang tua, menerapkan control yang lebih halus.
  1. Kelas atasCenderung lebih memanfaatkan waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan tertentu, biasanya senang mengembangkan apresiasi estetikanya.
Apa Pengaruh Status Ekonominya?
    Pengaruh status ekonomi terhadap kepribadian remaja, adalah bahwa orang tua dari status ekonomi rendah cenderung lebih menekankan kepatuhan kepada figu-figur yang mempunyai otoritas. Kelas menengah dan atas cenderung menekankankepada pengembangan inisiatif, keingintahuan, dan kreativitas anak.

b)    Lingkungan Sekolah
    Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal. Hurlock mengemukakan sekolah merupakan factor penetu bagi perkembangan kepribadian anak, baik dalam cara berpikir, bersikap maupun cara berperilaku. Sekolah berperan sebagai substitusi keluarga, dan guru substitusi orang tua.

Mengapa Peranan Sekolah Sangat Berarti?
Ada beberapa alas an sekolah menjadi peranan penting:
a)      Para siswa harus hadir di sekolah
b)      Sekolah memberikan pengaruh kepada anak secara dini, seiring dengan perkembangan “konsep diri”-nya
c)      Anak-anak menghabiskan waktunya di sekolah dari pada di tempat lain dan di luar rumah
d)      Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses
e)      Sekolah memberi kesempatan pertama pada anak untuk menilai dirinya, dan kemampuannya secara realistic
Selain Lingkungan Sekolah Yang Berpengaruh Apa?
    Sekolah yang memiliki almamater bagus, lingkungan  yang nyaman, sumber daya atau financial yang bagus dan terpenuhi akan sia-sia jika kualitas guru kurang baik.
Ryans mengemukakan karakteristik guru secara rinci, namun di makalah ini hanya akan mnyebutkan perilaku guru yang efektif.
Perilaku guru yang efektif adalah,
  1. Menampilkan sikap yang bersemangat
  2. Memperlihatkan perhatian terhadap siswa dan kegiatan kelas
  3.  Bergirang hati dan optimis
  4. Memiliki kemampuan mengendalikan diri dan tidak mudah bingung
  5. Senang bergurau atau humor
  6. Mengakui atau menyadari kesalahan sendiri
  7. Bersikap adil dan objektif dalam memperlakukan siswa
  8. Bersikap sabar
  9. Menunjukkan sikap memahami dan simpati dalam bekerja dengan siswa
  10. Bersahabat, dan ramah dalam bergaul dengan siswa.
  11.  Dll.
c)     Lingkungan Teman Sebaya
Aspek kepribadian remaja yang berkembang secara menonjol dalam pengalamannya bergaul dengan teman sebaya adalah:
a)      Social cognition
b)      Konformitas

Apa Peranan Kelompok Teman Sebaya Bagi Remaja?
Kelompok teman sebaya memberikan kesempatan untuk belajar tentang:
1)      Bagaiman berinteraksi dengan orang lain
2)      Mengontrol tingkah laku social
3)      Mengembangkan keterampilan dan minat yang relevan dengan usianya
4)      Saling bertukar pikiran dan masalah

B.    TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
Darimana Saja Sumber yang Memfaktori Tugas-tugas Perkembangan?
Munculnya tugas perkembangan, bersumber pada factor-faktor berikut.
  1. Kematangan fisik
  2. Tuntutan masyarakat secara cultural
  3. Tunutan dari dorongan dan cita-cita individu sendiri
  4. Tuntutan norma agama
Apa saja tugas perkembangan itu?
1)      Periode bayi (2 minggu – 2 tahun)
·         Belajar berjalan
·         Belajar makan makanan padat
·         Belajar buang air kecil dan buang air besar
·         Belajar bicara
·         Belajar membuat hubungan emosional dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya
*Kerawanan pada periode bayi
Dua pertiga dari kematian bayi-bayi adalah pada usia ini. Selain sakit karena penyakit juga kecelakaan-kecelakaan ini disebabkan karena pada periode ini merupakan masa eksplorasi (misal: jatuh, teriris pisau, tersedak benda-benda yang dimasukkan ke mulut dll.)

2)      Periode anak awal (2-6 tahun)
·         Penyempurnaan pemahaman mengenai konsep-konsep benar dan salah
·         Belajar membuat hubungan emosional yang makin matang dengan lingkungan social baik di rumah maupun di luar rumah

3)      Peride anak akhir (6/7 tahun – 12 tahun)
·          Makin mengembangkan keterampilan motorik
·         Makin mengembangkan konsep-konsep tentang lingkungan sekelilingnya
·         Mengembangkan tingkah laku moral serta menerima nilai lingkungan
·         Belajar bekerja sama
·         Belajar memainkan peran sesuai dengan jenis kelamin
·         Mengendalikan reaksi-reaksi emosional
·         Menjadi individu yang mampu berdiri sendiri

4)      Periode pubertas (11/12 tahun-15/16 tahun)
·         Menerima perubahan tubuh yag dialaminya
·         Menerima peran sesuai jenis kelamin, yang akan menuju kea rah kedewasaan
*Kerawanan pada periode pubertas
- Kerawanan yang berhubungan dengan segi fisik:
Dialaminya ketidak seimbangan sebagai akibat pembentukan hormon pertumbuhan dan hormon gonadotropik. Pembentukan jumlah hormon pertumbuhan yang kurang pada periode anak akhir dan pubertas, menyebabkan individu akan mempunyai bentuk tubuh yang kecil tetapi penampilan “matang”. Pembentukan jumlah hormone gonad yang kurang pada pubertas sehingga tidak seimbang dengan hormon pertumbuhan, menyebabkan individu akan tumbuh menjadi lebih besar (tubuh besar tetapi penampilan “belum matang”. Jika hormon gonad terbentuk berlebihan maka akan terjadi kematangan seksual sekitar 5-6 tahun lebih awal dari yang semestinya.
-Kerawanan   yang berhubungan dengan segi Psikologik:
Remaja dapat mengalami traumatis karena belum siap menerima keadaan dirinya.

5)      Periode remaja (12/13 tahun – 21 tahun)
·         Menerima keadaan diri dan penampilan diri. Belajar berperan sesuai jenis kelamin
·         Membentuk hubungan dengan teman sebaya secara dewasa
·         Mengembangkan kemampuan berdiri sendiri baik secara emosional maupun ekonomi
·         Mengembangkan tanggung jawab social
·         Mengembangkan kemampuan dan keterampilan intelektual untuk hidup bermasyarakat dan masa depan disbanding pekerjaan/pendidikan
·         Mempersiapkan diri dalam rangka untuk hidup berkeluarga
·         Mencapai nilai-nilai kedewasaan.
*Kerawanan pada periode remaja
- Kerawanan yang berhubungan dengan segi fisik adalah kematian yang lebih disebabkan karena kecelakaan atau bunuh diri.
- Kerawanan yang berhubungan dengan segi psikologik yaitu dialaminya kegagalan dalam menjalani transisi menuju periode dewasa.

6)      Periode dewasa awal (21 tahun- 40 tahun)
·         Mulai memilih suatu pekerjaan
·         Memilih teman hidup
·         Belajar hidup dalam perkawinan dengan pasangannya
·         Mulai membentuk keluarga
·         Membesarkan anak
·         Mengurus rumah tangga
·         Memikul tanggung jawab social
·          Mendapatkan kelompok social yang cocok
*Kerawanan pada periode dewasa awal
- Kerawanan pribadi (Personal Hazards), biasanya yang terjadi adalah kegagalan individu dalam menguasai beberapa atau sebagian besar tugas-tugas perkembangan pada masa ini.
Kerawanan yang paling umum dan serius adalah
  1. Kerawanan di bidang fisik atau jasmani
Seorang dewasa muda yang menyandang cacat jasmani atau mempunyai kesehatan yang buruk, tidak dapat mencapai hal-hal yang diinginkannya yang mengakibatkan terjadinya stress atau frustasi.
  1. Kerawanan di bidang agama
Kerawanan yang dapa menimbulkan gangguan emosional ialah bila individu berganti kepercayaan demi pasangan hidupnya atau memang keinginan sendiri, umumnya terjadi konflik.
-Kerawanan social (social Hazards)
a)  Kerawanan di bidang hubungan social
Kaum dewasa ini mengalami hambatan dalam mengadakan hubungan dengan kelompok-kelompok social yang cocok.
b)Kerawanan di bidang peran jenis kelamin (sex role)
Misalnya konflik antara kesetiaan.

7)      Periode dewasa madya (40 tahun – 60 tahun)
·         Mencapai tanggung jawab social sebagai orang dewasa dan sebagai warga Negara
·         Membimbing anak-anaknya yang remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia
·         Mengembangkan aktifitas-aktifitas unutk mngisi waktu luang
·         Mengikat diri pada suami/istri sebagai pribadi
·         Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan –perubahan fisiologik masa dewasa madya
·         Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaannya.
·         Menyesuaikan diri terhadap orang tua yang sudah lanjut usia
*Kerawanan pada periode dewasa madya
- Kerawanan pribadi (Personal Hazards):
a. Keyakinan tradisional, keyakinan tradisional sangat berpengaruh terhadap sikap orang      dalam perubahan fisik yang timbul karena tambahnya usia. Contoh: menopause yang dianggap sebagai peeriode “kritis” yang bagi wanita  akan membuat lebih takut menghadapinya. Rambut menipis/botak dianggap mengurangi daya tarik seksual pria.
b. Pengagungan terhadap masa muda, memberontak terhadap kenyataan menjadi tua.
c. Perubahan peran, perubahan peran selalu tidak mudah menimbulkan tantangan.
d. Perubahan minat, mereka harus rela melepaskan minat lama meskipun hal ini tidak mudah.
e. Simbol status
f. Aspirasi/cita-cita yang tidak realistik
-Kerawanan social
Apabila tugas perkembangan dalam mencapai tanggung jawab social sebagai orang dewasa tidak tercapai, mereka cenderung merasa kesepian dan tidak bahagia di masa tuanya serta merasa sudah terlambat untuk mengadakan penyesuaian social yang baik.
8)      Periode dewasa akhir (60 tahun sampai meninggal)
·         Menyesuuaikan diri terhadap penurunan kekuatan fisik dan kesehatan
·         Menyesuaikan diri terhadap masa pension dan penurunan penghasilan
·         Menyesuaiikan diri terhadap kematian pasangan hidupnya
·         Mengadakan hubungan yang eksplisit dengan anggota kelompok usianya
·         Mengatur dan membuat lingkungan fisik agar hidup menjjadi memuaskan
·         Menyesuaikan diri terhadap peran-peran social secara fleksibel
*Kerawanan pada periode dewasa akhir
- Kerawanan pribadi, Banyak keluhan yang tidak real yang pada dasarnya ingin mendapatkan perhatian.
- Kerawanan social
a) Mulai menarik diri dari aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetitif.
b) Perasaan bersalah karena tidak menyumbangkan tenaga lagi bagi masyarakat.
c) Merasa terisolir karena kurangnya kontak social yang diakibatkan dari kesehatan yang tidak memungkinkan atau keadaan financial yang terbatas.






Minggu, 12 Februari 2012

Anak Belajar dari Kehidupan yang Mereka Jalani



Puisi yang sangat sesuai untuk bahan perenungan kita semua sebagai calon orang tua mau pun yang sudah menjadi orang tua. Puisi ini dicipta karya oleh Dorothy Nolte.
Berikut puisinya:

Bila seorang anak hidup dengan kritik,
Ia belajar untuk meyalahkan.

Bila seorang anak hidup dengan kekerasan,
Ia belajar untuk berkelahi.

Bila seorang anak hidup dengan ketakutan,
Ia belajar untuk menjadi penakut.

Bila seorang anak hidup dengan rasa benci,
Ia belajar untuk tidak menghargai hidup.

Bila seorang anak hidup dengan ejekan,
Ia belajar menjadi pemalu.

Bila seorang anak hidup dengan rasa malu,
Ia belajar merasa bersalah.

Bila seorang anak hidup dengan perasaan iri,
Ia belajar menjadi iri hati.

Bila seorang anak hidup dengan berbagi,
Ia belajar kemurahan hati.

Bila seorang anak hidup dengan toleransi,
Ia belajar menjadi sabar.

Bila seorang anak hidup dengan dukungan,
Ia belajar kepercayaan diri.

Bila seorang anak hidup dengan pujian,
Ia belajar untuk menghargai.

Bila seorang anak hidup dengan penghargaan,
Ia belajar untuk mempunyai tujuan hidup.

Bila seorang anak hidup dengan rasa adil,
Ia belajar tentang keadilan.

Bila seorang anak hidup dengan rasa aman,
Ia belajar memiliki kepercayaan diri.

Bila seorang anak hidup dengan persetujuan,
Ia belajar menyukai dirinya sendiri.

Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Jika Anda hidup dalam ketenangan dan kebahagiaan,
anak Anda akan hidup dengan pikiran yang damai.

Kehidupan seperti apa yang anak Anda jalani?

-----------------------------------------------------------------

Mau menjadikan anak kita seperti apa nantinya tidak hanya tergantung pada genetika kita sebagai orang tuanya, tapi juga bagaimana lingkungan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Semoga bermanfaat.